SIAPA KAMI?

Indonesia Heritage Foundation (IHF) adalah organisasi nirlaba/non profit yang didirikan oleh Dr. Ratna Megawangi dan Dr. Sofyan Djalil, pada bulan Juni tahun 2000 (secara hukum disahkan oleh notaris publik pada September 2001 dengan akta notaris No. 578/ANP/2001, dan berdasarkan hukum terbaru yang berlaku, kemudian lebih lanjut disahkan oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia No. 12 Tanggal 31 Agustus 2007).

APA YANG KAMI LAKUKAN?

Dalam rangka menjalankan misinya untuk mewujudkan “Bangsa Berkarakter, Cerdas, dan Kreatif” telah mencoba membuat terobosan-terobosan baru bagaimana mewujudkan insan berkarakter mulia yang konsisten antara pikiran, hati, dan tindakan nyata (“habit of the mind”, “habit of the heart”, dan “habit of the hands”), yaitu melalui pengkajian, pengembangan, dan pendidikan 9 Pilar Karakter, serta pengembangan beberapa strategi pendidikan untuk menciptakan generasi kreatif dan berdaya pikir tinggi (Higher Order Thinking Skills).

IHF mengembangkan sebuah model bernama "Pendidikan Holistik Berbasis Karakter", yang bertujuan untuk mengembangkan semua dimensi manusia; tidak hanya akademik, tetapi juga fisik, emosional, spiritual, pemikiran kreatif dan aspek-aspek lain dari kecerdasan majemuk, secara holistik dan seimbang. Model pembelajaran ini bertujuan untuk membentuk karakter positif anak melalui pengembangan 9 Pilar Karakter secara intensif yang dialirkan dengan metode unik agar anak dapat mengetahui, mencintai dan melakukan kebaikan (knowing, loving, and acting the good). 9 Pilar Karakter tersebut adalah:
1.  Cinta Tuhan dan Segenap Ciptaan-Nya.
2. Mandiri, Disiplin, dan Tanggung jawab.
3. Jujur, Amanah, dan Berkata Bijak.
4. Hormat, Santun, dan Pendengar yang Baik.
5. Dermawan, Suka Menolong, dan Kerja Sama.
6. Percaya diri, Kreatif, dan Pantang Menyerah.
7. Pemimpin yang Baik dan Adil.
8. Baik dan Rendah Hati.
9. Toleran, Cinta Damai dan Bersatu.
10. K4 : Kebersihan, Kerapian, Kesehatan dan Keamanan.
 

Model ini dikembangkan dan diterapkan di sekolah formal IHF tingkat TK, SD, SMP, dan SMA yang terletak di Cimanggis dan Tapos. Berdasarkan pengalaman IHF, hal  yang harus diperhatikan  dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah kualitas gurunya. Secanggih apapun kurikulumnya, apabila guru tidak mampu menerapkan metode pembelajaran yang benar, maka kualitas pendidikan Indonesia tidak dapat diperbaiki.

Oleh karena itu, dalam rangka membantu guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang ada, IHF siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menularkan ilmu dan pengalaman kepada sekolah-sekolah lainnya sebagai wujud kontribusi positif IHF kepada dunia pendidikan Indonesia.