3.000 Guru Paud Ikuti Pelatihan Akbar Guru PAUD se-Lampung

Beranda / Program PHBK / 3.000 Guru Paud Ikuti Pelatihan Akbar Guru PAUD se-Lampung
3.000 Guru Paud Ikuti Pelatihan Akbar Guru PAUD se-Lampung

Editor: Advertorial Tribun LampungTRIBUNLAMPUNG.CO.ID, UNILA – 3.000-an guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ikuti pelatihan akbar se-Provinsi Lampung. Acara yang dibuka bunda PAUD Provinsi Lampung Riana Sari Arinal didampingi Wakil Rekor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Karomani, M.Si., ini digelar di Gedung Serbaguna (GSG) setempat, Jumat (25/10/2019).

Pelatihan akbar bertajuk “Pendidikan Holistik Berbasis Karakter: Pendekatan efektif dan Saintifik untuk membentuk akhlak, daya pikir kritis, dan kreativitas anak” ini diikuti para guru PAUD dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung dan Indonesia Heritage Foundation (IHF) serta didukung Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila Prof Karomani saat sambutan mengatakan, penelitian tumbuh kembang anak menunjukkan 50% pendidikan anak di usia dini berlangsung pada era usia emas (golden age). Pada era usia emas tersebut anak akan mengalami tahap tumbuh kembang yang optimal.

Dosen FISIP Unila ini menyebutkan sebagaimana dikutip dari rilis World Bank bahwa investasi paling utama adalah investasi pendidikan anak di usia dini. Sejalan dengan argumentasi World Bank, pondasi karakter pendidikan anak usia dini sangat penting bagi masa depan Indonesia. Bangsa yang besar merupakan bangsa yang berkarakter jujur, disiplin, toleran, dan berintegritas. Karakter-karakter tersebut harus mulai ditanamkan sejak usia dini.

Terkait pendidikan anak usia dini, Guru Besar Unila ini pun menekankan untuk mengawalinya dari lingkungan keluarga. “Dari keluarga, anak mencoba untuk mencontoh karakter kedua orang tuanya,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Karomani, semua pihak harus ikut berperan serta membangun karakter anak yang dimulai dari usia dini. Unila sangat mendukung pelatihan semacam ini guna menyukseskan program pemerintah dalam mendukung pendidikan anak usia dini sebab generasi tersebut akan menentukan arah dan pembangunan negara Indonesia.

Senada dengan Aom-sapaan akrab Karomani, Riana menyampaikan, pentingnya membentuk akhlak, daya pikir kritis dan kreativitas anak usia dini di masa keemasan (golden age). “Momentum pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan kualitas guru PAUD yang mampu mencetak generasi muda berkualitas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” imbuhnya.

Sekitar 80 persen otak anak berkembang pada usia 0—6 tahun atau dikenal sebagai masa emas tumbuh kembang anak. Pada masa inilah akan menjadi pondasi pembentukan karakter, kepribadian, dan kemampuan kognitif mereka.

Peran pendidikan guru pendidikan anak usia dini sangatlah penting, baik pendidikan formal maupun informal. Guru PAUD sangat berperan pada pembangunan di Provinsi Lampung melalui generasi muda yaitu anak usia dini. Riana berharap, para peserta setelah mengikuti pelatihan tersebut akan semakin kreatif mendidik anak usia dini. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung

Editor: Advertorial Tribun Lampung

Sumber: https://lampung.tribunnews.com/2019/10/28/3000-guru-paud-ikuti-pelatihan-akbar-guru-paud-se-lampung

Leave a Reply

Your email address will not be published.