SBB Nur Izzah: Pembelajaran yang Ramah Otak

Pembelajaran calistung (baca, tulis, hitung) yang dipaksa, tak mengenalkan buku cerita, akan membuat murid trauma. Begitulah kira-kira gambaran cara mengajarkan calistung di sekitar tempat tinggal Ibu Nur Aini dahulu. Pembelajaran yang tidak ramah otak itu menggugah Bu Nur melakukan perubahan.

Pada waktu itu, Bu Nur masih belum tahu memulainya dari mana. Kemudian, ia mendengar kabar mengenai pelatihan di Yayasan Warisan Nilai Luhur Indonesia atau Indonesia Heritage Foundation (IHF) dan untuk kali pertama berkesempatan mengikuti pelatihan selama tiga hari di IHF mewakili sekolahnya. Beliau sangat tertarik dengan materi-materi yang diajarkan dalam pelatihan singkat itu. Sampai-sampai, ia menyimpan materi-materi itu dalam ingatannya dan mengajarkannya kepada murid-murid di sekolah.

Melihat kegigihan Bu Nur, IHF akhirnya mengikutksertakan beliau dalam pelatihan selama dua minggu di IHF yang disponsori oleh PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. Tidak lama setelah itu, berdirilah SBB Nur Izzah yang menerapkan Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) pada 2013.

Kegiatan SBB Nur Izzah cukup menarik perhatian masyarakat sekitar. Pembelajaran yang dilakukan bukan hanya di sekolah, melainkan juga di luar sekolah. Misalnya, ketika tema belajar tentang ayam, mereka langsung ke kandang ayam atau mengunjungi pasar tradisional saat program market day. Oleh sebab itu, tidak mengherankan, kini, jumlah siswa di sekolah ini sudah mencapai 34 siswa. Awalnya, hanya ada dua belas siswa. Tanpa perlu membuat brosur penerimaan siswa baru, kuota pendaftar selalu penuh.

Jenjang Sekolah Berikutnya dan Prestasi Para Siswa

Baru-baru ini, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), membuat program untuk menyiapkan para siswa memasuki sekolah dasar (SD) dengan membawa mereka mengunjungi SD-SD di sekitarnya. Hal ini agar siswa tidak kaget sewaktu hari pertama sekolah. Sejak enam tahun silam, SBB Nur Izzah telah rutin mengadakan program serupa, bahkan para guru SBB ini ikut mengantarkan anak-anaknya pada hari pertama sekolah.

Dengan berbekal pendidikan karakter, banyak siswa SBB Nur Izzah menorehkan prestasi di berbagai bidang, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Banyak yang masuk peringkat sepuluh besar di sekolahnya masing-masing. Selain itu, ada yang menjadi hafiz Al-Qur’an, juara menulis cerpen, juara olimpiade matematika sekecamatan, juara lomba tenis meja tingkat kota, dan menjadi pemain Timnas U-13.

Perjuangan SBB Nur Izzah akhirnya memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya. Pola pikir calistung serta pembelajaran yang tidak ramah otak perlahan mulai ditinggalkan. Alih-alih bisa baca, saat ini suka baca menjadi target guru-guru SBB Nur Izzah saat mengenalkan literasi dini bagi murid-murid. Pembelajaran pun berubah menjadi menyenangkan dan suka baca akan terpatri seterusnya.

Penulis: Teuku Zulman Sangga Buana
Editor: Yudha Aviratri

PT Bank CIMB Niaga Tbk adalah mitra IHF sejak 2012 sampai 2016, telah melatih sebanyak 62 sekolah SBB di berbagai wilayah Indonesia. Tulisan ini berdasarkan testimoni dari Ibu Nur Aini (kepala sekolah) dan guru-guru SBB Nur Izzah yang beralamat di RT 01, RW 04, No. 162, Kampung Cilangkap, Kecamatan Tapos, Depok.

Close Search Window