Mendidik Gen Z dan Generasi Alfa
Ketika otomatisasi dan kecerdasan buatan mengambil alih tugas-tugas teknis, nilai tertinggi manusia terletak pada kemampuan yang tidak bisa ditiru mesin,
Oleh Ari Saptarini
Bangun tidur, kita bersyukur
Sambut pagi, ceria hari
Bangun pagi, siapkan diri
Beraksi lagi, gembira hati
Tidurku tak larut malam
Ku bangun pagi tak kesiangan
Banyak hal bisa kulakukan
Mentari tersenyum senang
Lirik di atas adalah lirik salah satu lagu dari album lagu 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang secara resmi diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 27 Desember 2024 lalu. Sebagai penggemar lagu anak, rasa-rasanya sudah jarang sekali lagu anak dengan lirik positif seperti ini kita dengar.
Karena itu, kehadiran delapan lagu anak bertema “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” ini patut diapresiasi. Bagi yang belum tahu lagunya, silakan cek di YouTube Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI.
Selain gerakan senamnya yang menarik untuk diikuti, lagu-lagu ini juga sudah selayaknya menjadi alternatif lagu ramah anak yang senantiasa diputar sebagai lagu pagi, baik di sekolah maupun di rumah.
Peluncuran Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan generasi emas Indonesia menuju tahun 2045. Gerakan ini berfokus pada tujuh kebiasaan utama yang diharapkan dapat diinternalisasi oleh anak-anak sejak dini, yaitu Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat.
Kita semua berharap, tujuh kebiasan ini tidak hanya masuk dalam memori jangka pendek anak-anak alias tidak hanya sebatas dihafal. Namun, juga dilakukan dan menjadi kebiasaan baik yang akan dibawa dalam keseharian mereka saat dewasa kelak.
9 Pilar Karakter dan Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) adalah hasil karya intelektual pemikiran dan pengembangan Dr. Ratna Megawangi dan Dr. Sofyan A. Djalil, pendiri Indonesia Heritage Foundation (IHF). Hak Kekayaan Intelektual (HKI) 9 Pilar Karakter dan model PHBK telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia sejak 16 Juni 2009.
Sejak tahun 2000 sampai sekarang, 9 Pilar Karakter dan Model PHBK diterapkan di Sekolah Karakter dan sekolah Semai Benih Bangsa (SBB). SBB merupakan sekolah yang telah mendapatkan pelatihan dan pembinaan dari IHF yang hingga saat ini berjumlah lebih dari 6.000 sekolah serta tersebar di seluruh Indonesia.
Jika dicermati lebih lanjut, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat semuanya sudah ada pada 9 Pilar Karakter. Bagaimanakah 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini dapat diterapkan melalui Model 9 Pilar Karakter?
Dalam modul Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 9 Pilar Karakter, pada Petunjuk Penggunaan Modul, disebutkan bahwa refleksi pilar karakter dilaksanakan di kelas setiap hari selama 15—20 menit. Refleksi terebut menggunakan metode knowing (mengetahui), feeling (merasakan), dan acting (melakukan).
Ketiga metode tersebut dibuat untuk mempermudah fokus pendalaman materi dari setiap penyampaian konsep pilar karakter. Adapun urutan metode dan media yang digunakan adalah sebagai berikut.
| Hari | Metode | Media | Bentuk Kegiatan |
|---|---|---|---|
| Senin, Selasa, Rabu, Kamis | Knowing–Reasoning– Feeling | - Buku 9 Pilar Karakter | - Diskusi |
| - Buku Cerita | - Cerita | ||
| - Boneka Tangan | |||
| - Video | |||
| Jumat | Acting–Reasoning– Feeling | Tergantung pada media yang dibutuhkan | - Simulasi |
| - Permaian | |||
| - Bermain Peran |
Penanaman 9 Pilar Karakter yang dilakukan oleh IHF menggunakan metode knowing the good, reasoning the good, feeling the good, loving the good, dan acting the good. Strategi ini menanamkan karakter dengan cara dan alasan yang dipahami oleh otak serta dirasakan oleh hati sehingga seseorang terdorong untuk melakukan nilai karakter tersebut dengan penuh kesadaran (motivasi internal).
Rujukan:
cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id. Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Penulis: Ari Saptarini
Editor: Teuku Zulman Sangga Buana
Baca Juga: 9 Pilar Karakter
Ketika otomatisasi dan kecerdasan buatan mengambil alih tugas-tugas teknis, nilai tertinggi manusia terletak pada kemampuan yang tidak bisa ditiru mesin,
Kecerdasan buatan (AI) perlahan menjadi bagian dari kurikulum pendidikan Indonesia. Pemerintah menjadikan coding dan AI sebagai mata pelajaran pilihan dan
Mengutip dari Oxford Dictionary, brain rot didefinisikan sebagai kemerosotan kondisi mental atau intelektual seseorang akibat mengonsumsi konten daring tidak berkualitas

Sekitar pukul 7 pagi, siswa dan orang tua hadir di Makara Art Center Universitas Indonesia dengan perasaan antusias dan anak-anak

IGSBB Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Guru Inovatif dan Parenting Orang Tua pada tanggal 14–15 Mei 2026 bertempat di Aula

Bandung, 20 April 2026 — Dinas Pendidikan Kota Bandung melalui Kegiatan Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini pada Sub Kegiatan Sosialisasi

Oleh Maulady Virdausy Fahmy Share: Pelecehan seksual, baik yang bersifat fisik maupun non-fisik, adalah pelanggaran terhadap martabat seseorang serta mengganggu

Oleh Teuku Zulman Sangga Buana Hari kemenangan akan segera tiba. Bagi Ayah dan Bunda, momen Lebaran biasanya identik dengan persiapan
One Reply to “Penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Melalui Model 9 Pilar Karakter”
Ya memang sangat relevan dengan ihf
Terima kasih ihf telah meringankan beban guru PAUD 🥰