SBB PAUD Bustan El Firdaus

Agustus 2008 adalah awal perkenalan Pak Heri dengan IHF. Awalnya, beliau mencari model pendidikan yang mengedepankan akhlaqul karimah untuk PAUD yang baru dirintisnya. Perkenalannya dengan Bapak Wahyono (Dosen UNNES) dalam sebuah seminar tentang pedidikan anak usia dini membawa istri Pak Heri (Ibu Siti Inayah) dan salah satu guru PAUD Bustan El Firdaus mengikuti pelatihan selama 15 hari di IHF. Alhamdulillah, mendapat sponsor dari Bapak Supramu Santosa, Ibu Iin memanfaatkan momen mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh.

Sepulang dari IHF, Ibu Iin yang kala itu masih memiliki balita berusia 15 bulan, langsung mempraktikkan apa yang diperoleh dari pelatihan IHF. Sambil menularkan ilmu kepada guru-guru lainnya, cara komunikasi positif terhadap anak sendiripun dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari keluarga Pak Heri. Kekonsistenan dan keyakinan Pak Heri dan Bu Iin dalam menerapkan modul PHBK dan komunikasi positif lambat laun membuahkan hasil yang nyata pada anak didiknya di PAUD.

Pak Heri dan Ibu Iin satu visi dalam mendidik siswa-siswinya, mereka berkeyakinan bahwa karakter yang baik pasti akan memunculkan anak yang cerdas. Keyakinan inilah yang akhirnya membawa PAUD Bustan El Firdaus dipercaya Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap, menjadi sekolah percontohan, sering diminta melakukan sharing dan mengisi materi tentang Pendidikan Karakter di komunitas IGABA, HIMPAUDI, atau komunitas praktisi pendidikan lainnya. Bu Iin juga kerapkali didaulat pokja PKK untuk mengisi parenting di kecamatan Kawunganten.

Bu Iin terlibat aktif di Himpaudi Kab Cilacap, dan menjadi asisten Ibu Kasi PAUD. Keterlibatan dengan organisasi guru ini membuat beliau lebih percaya diri bicara di depan forum, mengikuti diklat khusus kepala sekolah, diklat berjenjang, sampai akhirnya beliau terpilih menjadi Master of trainer. Kesempatan menjadi Master of trainer dimanfaatkan Bu Iin untuk lebih memperkenalkan Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) dikalangan pendidik Se-Kabupaten Cilacap. Sehingga banyak sekolah ingin mengadakan observasi (melihat langsung proses pembelajaran) di sekolahnya.

Banyak pengalaman berharga selama beliau menjabat di kepengurusan HIMPAUDI. Dekat dengan Bunda PAUD adalah salah satu keuntungan yang patut disyukuri. Pada 2016, Alhamdulillah dengan koneksi yang terjalin, PAUD Bustan El Firdaus berhasil menjadi panitia pelaksana Pelatihan Akbar Cilacap yang diikuti oleh lebih dari 1.300 guru PAUD dari Cilacap dan sekitarnya.

SBB PAUD Bustan El Firdaus mulai menerima observasi dari sekolah yang bertanya-tanya tentang RPP/Modul PHBK. Setelah observasi, baru dilakukan diskusi dan kebanyakan peserta observasi ini tertarik dengan gaya komunikasi siswa di kelas, yang menurut mereka sangat santun kepada guru pamong.

Setelah enam tahun berjalan (2014), mulai ada tuntutan dari orang tua siswa agar dibuka jenjang Sekolah Dasar. Orang tua mengharapkan, siswa yang sudah dididik dengan baik saat TK, dapat melanjutkan ke jenjang yang juga sejalan dengan program 9 Pilar Karakter. Bu Iin dan suami berkeyakinan mantap untuk mulai merintis Sekolah Dasar (SD) meskipun belum ada modal sama sekali.

Mengutip perkataan Ibu Ratna Megawangi “Yang penting bermimpi, dengan bermimpi kita akan punya kekuatan untuk mewujudkannya.” Keluarga Pak Heri mulai menjual sawah, kebon karet, dan memaksa saudara serta kerabat untuk melakukan amal jariyah semampunya sebagai rintisan awal didirikannya SD Islam Bustan El Firdaus. Keinginan yang tinggi untuk mewujudkan sekolah islam yang nyaman, ramah otak, penuh cinta, akhirnya mulai terwujud. Walaupun di tengah jalan ada saja kendala dan hambatan yang silih berganti menguji kesabaran dan keihklasan. Dimulai dengan 8 siswa alumni sebagai siswa pertama SD Islam Bustan El Firdaus di tahun 2014, kini keseluruhan sudah mencapai 183 siswa (2021).

Siswa lulusan dari SBB PAUD Bustan El Firdaus hanya sebagian saja yang melanjutkan ke SD Islam Bustan El Firdaus, sebagian lainnya masuk ke SD Negeri yang ada di sekitar. Di SD Negeri, mereka terkenal aktif dan percaya diri. Mereka juga dapat dikenali karena kreatif, mampu memecahkan masalah, dan punya kemampuan untuk mengelola emosi saat sedang marah/sedih. Bu Iin meyakini, jika anak punya karakter yang baik, akademik dan hal-hal baik lainnya akan mengikuti. Ini terbukti ketika memasuki jenjang SD, para alumni SBB Bustan El Firdaus seringkali mengikuti lomba-lomba yang diadakan di tingkat kecamatan.

Menurut Bu Iin, seorang guru bisa menerapkan PHBK di sekolah, ketika di rumah dan dalam kehidupan sehari-hari juga mempraktikkannya. Tidak hanya teori saja, namun karakter baik itu harus melebur dalam diri seorang guru SBB. Itulah yang akan melahirkan siswa yang berkarakter baik.

Tak dipungkiri, seringkali ada masalah yang muncul dalam berkomunikasi dengan orang tua siswa. Hal tersebut dapat disiasati dengan kegiatan parenting, home visit (kunjungan ke rumah setiap siswa), serta kegiatan pilar kerja sama antara orang tua dengan anak. Dengan adanya kegiatan home visit, guru pamong akan langsung mengetahui jika ada perbedaan perlakuan orang tua saat di rumah.

Keseluruhan yang tercantum dalam RPP/Modul PHBK ada semua di dalam AlQuran, tauladan Rasulullah juga ada di dalamnya. Tanpa keraguan, RPP PHBK ini dapat diaplikasikan di sekolah umum, maupun sekolah berbasis agama manapun, karena mengajarkan akhlaqul karimah (akhlak yang baik). Saat ini, kurikulum PHBK juga sudah masuk ke pondok pesantren milik yayasan keluarga. Semoga Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) semakin berkembang di Kab. Cilacap.

Bapak Supramu Santosa adalah donator tetap IHF, sejak 2008 sampai 2011 sudah 38 sekolah SBB yang dibantu diberangkatkan untuk mengikuti pelatihan selama 14 hari di IHF. Bapak Supramu Santosa juga sudah mensponsori pelatihan akbar PAUD yang dilaksanakan di 9 kota/kabupaten sejak 2017 lalu. 

Close Search Window