Dies Natalis Ke-6 STPHBK: Merayakan Perjalanan, Meneguhkan Makna Kehadiran

Dokumentasi Panitia

Ratna Megawangi, Ketua STPHBK, memberikan potongan tumpeng kepada Restiana Ertika Latifah, Wakil Ketua III Bidang Mahasiswa dan Kerja Sama STPHBK.

IHF.OR.ID, DEPOK – Tanggal 11 September 2025 adalah momen kebahagiaan bagi Sekolah Tinggi Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (STPHBK). Hal ini karena bertepatan dengan dies natalis keenam STPHBK dan penyelenggaraan masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Merayakan usia enam tahun, STPHBK memilih tema “Mencerahkan Masa Depan Bangsa melalui Pendidikan Karakter sebagai Pilar Peradaban”. Dies natalis kali ini dihadiri oleh para pendiri Indonesia Heritage Foundation (IHF), Sofyan Djalil dan Ratna Megawangi serta Direktur Eksekutif IHF, Rahma Dewi.

Kehadiran para pimpinan IHF dan STPHBK ini menghadirkan suasana reflektif. Ratna Megawangi yang juga Ketua STPHBK, dalam sekapur sirihnya, mengajak semua pihak untuk melihat perjalanan STPHBK sebagai sebuah perjalanan bersama.

“STPHBK ini akan membawa keberkahan untuk Indonesia dengan sukses mencetak guru-guru yang berkarakter dengan emosi cinta dan efektif membangun anak bangsa Indonesia. Dan Insyaallah akan semakin jaya STPHBK ini ke depan dan akan menjadi acuan atau mercusuar sebuah perguruan tinggi,” tambahnya.

Perayaan reflektif ini dilakukan secara khidmat dengan pemotongan tumpeng oleh pendiri IHF dan Ketua STPHBK yang kemudian diberikan kepada Direktur Eksekutif IHF, Rahma Dewi. Tumpeng juga dibagikan kepada para pimpinan dan dosen STPHBK, yaitu Wakil Ketua I Bidang Akademik; Raisa Rahkmania; Wakil Ketua III Bidang Mahasiswa dan Kerja Sama, Restiana Ertika Latifah; serta perwakilan dosen, Florence Yulisinta Jusung.

Dokumentasi Panitia

Para mahasiswa baru dan dosen STPHBK.

Menariknya, momentum dies natalis tahun ini sengaja disatukan dengan penyelenggaraan PKKMB Tahun Akademik 2025/2026. Hal ini bertujuan agar mahasiswa baru tidak hanya mengenal kehidupan kampus, tetapi juga merasakan energi sejarah yang menghidupi kampus.

Rangkaian acara terdiri atas orasi, seminar, ruang apresiasi karya mahasiswa, dialog antargenerasi, pagelaran pentas mahasiswa baru, dan mancakrida (outbond). Semua kegiatan dirancang dengan sederhana, tetapi penuh dengan kebermaknaan.

Enam tahun pertama STPHBK telah menjadi cerita tentang tumbuhnya sebuah komunitas belajar. Kini, dengan semangat “Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak”, kampus ini meneguhkan tekadnya menjadi lembaga yang mencetak sarjana, menempa manusia yang berjiwa, dan membawa cahaya bagi masyarakat.

Reporter: Yudha Aviratri
Editor: Teuku Zulman Sangga Buana