Momen penyerahan plakat.
IHF.OR.ID, GARUT – Ikatan Guru Semai Benih Bangsa (IGSBB) Kabupaten Garut melaksanakan road show (safari) kegiatan Pelatihan Guru Inovatif pada 29—30 Mei 2025, di Aula Universitas Garut, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti 410 peserta yang berasal dari Kabupaten Garut dan sekitarnya. Tema yang diangkat kali ini adalah “Implementasi Pembelajaran Deep Learning dalam Model Pendidikan Holistik Berbasis karakter (PHBK)”.
Ketua Pelaksana kegiatan, Devi Nurlaela Santi, menjelaskan tujuan diadakannya pelatihan ini, yaitu untuk mengembangkan kemampuan para guru PAUD dalam melaksanakan pendidikan karakter secara khusus dan terintegrasi di kelas.
“Yang kedua membangun paradigma pentingnya pendidikan yang ramah otak dalam membentuk karakter. Terus selanjutnya memberi kesadaran bahwa praktik pendidikan yang salah akan membunuh karakter anak hingga dewasa. Dan yang terakhir meningkatkan keterampilan guru dalam berkomunikasi yang baik pada anak,” tambahnya.
Pelatihan Guru Inovatif tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai unsur pemerintahan Kabupaten Garut, seperti Pemerintah Kabupaten, Dinas Pendidikan (Disdik), dan Kementerian Agama (Kemenag). Sejumlah organisasi mitra, seperti Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI), dan Ikatan Guru Raudhatul Athfa (IGRA) turut mendukung penuh kegiatan ini.
Safari ini dibuka oleh Empat Patimah Sambas yang mewakili Bunda PAUD. “Guru PAUD adalah ahli surga, tugas mencerdaskan bangsa dengan gaji kurang dari satu juta. Keberhasilan pendidikan tergantung dari kualitas guru, pembelajaran, serta dukungan orang tua dari rumah,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Para tamu undangan peserta kegiatan Pelatihan Guru Inovatif.
Asep Wawan Budiman, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, dalam sambutannya memotivasi para guru agar terus meningkatkan kemampuan mengajar dengan memanfaatkan media yang sudah disediakan oleh pemerintah. Menurutnya, mengikuti pelatihan seperti Pelatihan Guru Inovatif ini adalah salah satu cara bagi para guru untuk meningkatkan rapor pendidikan.
Sementara itu, Saefulloh, Kepala Kemenag Kabupaten Garut, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para panitia, terutama IGSBB dan Bunda PAUD. “Holistik tidak hanya knowledge saja, tapi tentang attitude, psikomotor, dan afektif. Holistik adalah tujuan pendidikan nasional karena tujuan pendidikan adalah membuat pikiran, hati, dan ucapan selaras dan harmonis,” jelasnya saat menyampaikan kata sambutan.
Aulia Sukendar, Ketua IGSBB Jawa Barat, pada kegiatan pembukaan menyampaikan, “Guru yang pantas mengajar adalah guru yang selalu belajar. Oleh karena itu, adanya road show ini menjadi tempat belajar untuk peningkatan kualitas diri sehingga pembelajaran di kelas menjadi lebih baik.”
Foto bersama antara para peserta dan panitia.
Lembaga sekolah di Kabupaten Garut yang saat ini sudah bermitra dengan Indonesia Heritage Foundation (IHF) serta menerapkan model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) berjumlah 380 Sekolah Mitra dan 13 Sekolah Koordinator yang berasal dari 29 kecamatan. Dengan diadakannya road show ini, diharapkan makin banyak sekolah yang bergabung dengan IGSBB dan menerapkan model PHBK.
Penulis: Ari Saptarini
Editor: Teuku Zulman Sangga Buana