IHF.OR.ID, DEPOK – Divisi Pelatihan dan SBB Indonesia Heritage Foundation (IHF) kembali menyelenggarakan soft closing Program PHBK Akbar (PPA) 5 dengan tema “Dari Kami untuk Negeri” pada Kamis, 12 Juni 2025. Acara penutupan program yang dilaksanakan selama enam bulan ini diselenggarakan melalui media Zoom serta disiarkan secara langsung melalui akun YouTube Semai Benih Bangsa (SBB).
Sebanyak 68 Sekolah Koordinator (SK) dan 909 Sekolah Mitra (SM) yang berasal dari 18 provinsi atau 43 kabupaten/kota mengikuti kegiatan tersebut. Para perwakilan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama di tiap-tiap wilayah SK dan SM juga turut berpartisipasi memeriahkan acara soft closing program PPA 5 ini.
Ketua Dewan Pembina IHF, Sofyan A. Djalil, menyampaikan sambutan dalam acara soft closing PPA 5, Kamis (12/06/2025).
Ketua Dewan Pembina IHF, Sofyan A. Djalil, dalam sambutannya menyampaikan bahwa IHF didirikan untuk perubahan pendidikan di Indonesia. “Orang-orang sukses yang bekerja secara profesional, sangat ditentukan oleh karakter mereka. IHF khusus mendirikan yayasan pendidikan untuk membentuk bangsa yang berkarakter,” ungkapnya.
Ratna Megawangi, Ketua Yayasan IHF, menyampaikan pesan bahwa apa yang ditanamkan pada masa kecil akan berdampak pada masa depan anak, seperti mengukir di atas batu, akan terukir sepanjang zaman. “Insyaallah dipastikan alumni sekolah yang menerapkan PHBK, kelak akan menjadi siswa yang berkarakter, sudah dirasakan oleh para peserta, guru-guru Sekolah Mitra yang mengikuti program selama 6 bulan ini,” imbuhnya.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sekolah Koordinator, yang telah keliling membina Sekolah Mitra. Jika ini dirasakan bermanfaat, sekolah mitra bisa mengajak teman-teman lembaga lainnya untuk mengikuti program PHBK Akbar berikutnya,” lanjutnya.
Ketua Yayasan IHF, Ratna Megawangi, menyampaikan pesan hangatnya saat soft closing PPA 5, Kamis (12/06/2025) siang.
PPA kembali mencatatkan capaian membanggakan dalam upaya membangun karakter bangsa melalui penguatan kualitas pembelajaran. Intervensi dilakukan pada lima domain utama model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK), yaitu penguatan karakter, pengembangan literasi dan kognitif, stimulasi fisik, pembenahan lingkungan belajar, serta pelatihan guru untuk evaluasi yang berpihak pada anak.
Dengan pendekatan holistik tersebut, program ini tidak hanya menyentuh permukaan, tetapi benar-benar masuk ke jantung proses belajar mengajar di tiap-tiap lembaga. Selama enam bulan intervensi, PPA 5 telah memberikan dampak signifikan, khususnya kepada Sekolah Mitra.
Berdasarkan data awal program (baseline) dan akhir program (endline), terjadi peningkatan pesat dalam lima aspek utama pengembangan peserta didik. Berikut rincian capaian, kenaikan poin, serta penjelasan tiap aspeknya.
Capaian meningkat dari 38,65% menjadi 90,12% (kenaikan 51,47 poin). Aspek ini berfokus pada pembentukan karakter anak secara holistik melalui pengenalan dan pengelolaan emosi, penguatan hubungan sosial yang sehat, serta pengembangan spiritualitas yang bermakna. Penguatan karakter ini menjadi landasan penting bagi anak untuk tumbuh sebagai individu yang utuh dan berintegritas dalam kehidupan sehari-hari.
Capaian meningkat dari 42,17% menjadi 90,20% (kenaikan 48,03 poin). Fokus aspek ini adalah peningkatan kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah, berimajinasi, serta keterampilan dasar, yaitu membaca, menulis, dan berkomunikasi. Aspek ini mendukung anak dalam memahami konsep, berpikir kritis, dan membangun dasar literasi yang kuat.
Capaian meningkat dari 47,24% menjadi 94,37% (kenaikan 47,13 poin). Pengembangan mengarah pada stimulasi perkembangan motorik kasar dan halus anak serta membangun kebiasaan fisik yang sehat melalui aktivitas yang menyenangkan dan mendukung pertumbuhan optimal.
Capaian meningkat dari 42,99% menjadi 91,92% (kenaikan 48,93 poin). Aspek ini menekankan pada penciptaan suasana belajar yang efektif, nyaman, dan terorganisir melalui pengelolaan fisik ruang kelas, manajemen pembelajaran, serta sistem administrasi yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Capaian meningkat dari 39,05% menjadi 90,45% (kenaikan 51,40 poin). Evaluasi dilakukan untuk memahami perkembangan, kebutuhan belajar, serta potensi unik setiap anak sehingga guru dapat memberikan umpan balik yang lebih tepat sasaran dan bermakna.
Secara keseluruhan, rata-rata total capaian setelah program adalah 91,01%, mengalami kenaikan rata-rata sebesar 49,39 poin. Seluruh data capaian ini diperoleh melalui pengukuran data awal program dan akhir program yang dilakukan secara sistematis.
PPA 5 bukan sekadar pelatihan, melainkan menjadi gerakan nyata dalam menciptakan ruang belajar yang menyeluruh dan berdampak langsung. Dengan kolaborasi, pendampingan intensif, dan komitmen semua pihak, transformasi pendidikan Indonesia bukan lagi sebatas wacana, tetapi dapat dijalankan dengan bukti yang konkret. Para alumni pelatihan PHBK selanjutnya akan bergabung dengan organisasi Ikatan Guru Semai Benih Bangsa (IGSBB), rumah baru bagi gerakan pendidikan yang reflektif serta kolaboratif untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman.
Penulis: Fadila Qadarsi dan Ari Saptarini
Editor: Teuku Zulman Sangga Buana