Pendidikan Karakter Sejak Taman Kanak-Kanak

Redaksi/Maulady Virdausy Fahmy

Peristiwa demi peristiwa menunjukkan degradasi moral masih terus terjadi dan membuat kita mengelus dada. Seakan tak percaya, moralitas anak bangsa, dalam banyak hal, menjauh dari nilai-nilai kebaikan universal, agama, dan adat istiadat.

Ratna Megawangi, salah seorang pelopor pendidikan karakter Indonesia, dalam bukunya Pendidikan Karakter: Solusi yang Tepat untuk Membangun Bangsa mengatakan bahwa sebuah peradaban akan menurun kualitasnya jika terjadi demoralisasi pada masyarakatnya. Ia juga mengingatkan para pakar, filsuf, dan orang bijak mengatakan bahwa aspek moral adalah hal utama yang harus dibangun agar bisa membangun sebuah masyarakat yang tertib, aman, dan sejahtera (2016: 1).

Karena itu, kewajiban utama yang harus dijalankan oleh para orang tua dan pendidik adalah melestarikan dan mengajarkan nilai-nilai moral kepada anak dengan memberikan pendidikan karakter kepada mereka sedini mungkin. Kenyataan saat ini juga makin menegaskan urgensi memberikan pendidikan karakter kepada anak sedini mungkin. Artinya, menyekolahkan anak di taman kanak-kanak (TK) yang berbasis pendidikan karakter menjadi tahapan awal yang krusial.

Akan tetapi, pendidikan karakter yang dimaksud bukan sebatas klaim. TK dengan kurikulum pendidikan karakter seyogianya adalah TK yang secara sistematis menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak. Penanaman itu dilakukan melalui berbagai aktivitas belajar yang berkualitas dan menyenangkan, seperti bermain dan belajar bersama sehingga mengembangkan kepribadian anak secara menyeluruh agar menjadi pribadi yang berkarakter mulia.

Redaksi/Maulady Virdausy Fahmy

Sekolah Karakter: Mengoptimalkan Seluruh Potensi yang Dimiliki Anak

Model pendidikan karakter yang dikembangkan Indonesia Heritage Foundation (IHF) melalui Sekolah Karakter adalah sebuah model pendidikan karakter dengan menggunakan metode pendidikan karakter yang bersifat holistik (komprehensif). Model ini telah dijalankan di TK Karakter dan sekolah-sekolah Semai Benih Bangsa (SBB) selama 25 tahun.

Kurikulum ini berorientasi pada nilai-nilai karakter, yaitu mencintai Tuhan, jujur, berkata bijak, pantang menyerah, toleran, dan sebagainya. Dasar-dasar dalam metode pendidikan karakter tersebut, antara lain, sebagai berikut.

Pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai karakter sejak dini menjadi kunci membangun peradaban. Mencari sekolah tepercaya merupakan langkah penting bagi setiap orang, khususnya orang tua yang ingin menjadi bagian aktif dalam memperbaiki moral masyarakat sekaligus membuka jalan kesuksesan bagi anak. Keterlibatan itu adalah dengan memilih TK dengan kurikulum yang tepat dan telah teruji dengan pengalaman nyata.

Penulis: Teuku Zulman Sangga Buana