
Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, Sofia Hartati, menyampaikan materi dalam Webinar Guru PAUD, Sabtu (31/1/3026).
DEPOK, IHF.OR.ID – Masa usia dini merupakan periode krusial dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan. Hal tersebut mengemuka dalam Webinar Guru PAUD Nasional bertajuk “Strategi Deep Learning untuk Anak Usia Dini: Membangun Pembelajaran Bermakna Sejak Dini” yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (STPHBK) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Acara ini diikuti oleh lebih dari 150 guru PAUD dari berbagai wilayah di Jabodetabek.
Ketua STPHBK, Ratna Megawangi, yang hadir sebagai pembicara utama, menekankan pentingnya periode masa keemasan (golden age) dalam membentuk SDM unggul. Ia memaparkan fakta neurosains bahwa 90 persen struktur otak manusia dibangun sebelum anak menginjak usia lima tahun.
“Pertumbuhan dendrit sangat pesat, di mana dalam satu menit terjadi sekitar 700 koneksi neural baru,” ujar Ratna, pendiri Indonesia Heritage Foundation. Menurutnya, pengalaman masa kecil, termasuk perkembangan sensorik dan bahasa akan menjadi landasan yang terbawa hingga dewasa. Oleh karena itu, kecerdasan emosi dan stimulasi otak pada usia dini tidak boleh diabaikan.
Dalam sesi utama, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia, Sofia Hartati, membedah materi mengenai “Implementasi Pembelajaran Mendalam”. Sofia mengajak para pendidik untuk bersikap terbuka terhadap riset-riset global terkait dengan metode pembelajaran yang telah membawa kemajuan di berbagai negara. Strategi pembelajaran mendalam (deep learning) diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang tidak hanya efektif secara kognitif, tetapi juga menyentuh sisi emosional anak.
“Kita tidak boleh menutup mata terhadap hasil riset dunia yang menunjukkan bagaimana pendekatan-pendekatan baru dapat memajukan kualitas pendidikan,” tegasnya.
Melalui webinar ini, para guru PAUD dibekali wawasan untuk mentransformasi ruang kelas menjadi lingkungan yang mampu membangun pembelajaran bermakna. Kegiatan yang berlangsung secara gratis via Zoom Meeting ini diharapkan menjadi pemantik bagi para pendidik untuk terus berinovasi dalam mengawal tumbuh kembang anak bangsa.
Reporter: Teuku Zulman Sangga Buana