Pelatihan Guru Inovatif Semarang: Pembelajaran Deep Learning Berbasis Karakter Sejalan dengan Kurikulum Berbasis Cinta

Dokumentasi Panitia
Peserta berfoto bersama dengan para tamu undangan pada kegiatan pembukaan Pelatihan Guru Inovatif Semarang.

IHF.OR.ID, SEMARANG – Ikatan Guru Semai Benih Bangsa (IGSBB) Semarang bekerja sama dengan Indonesia Heritage Foundation (IHF) menggelar kegiatan Pelatihan Guru Inovatif Semarang: Implementasi Pembelajaran Deep Learning dalam Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) pada 3—5 Desember 2025. Pelatihan yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Semarang ini diikuti oleh 298 peserta dari berbagai lembaga pendidikan PAUD dan RA di Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) yang terintegrasi dengan model PHBK dan Kurikulum Berbasis Cinta.  Hal ini diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna serta menumbuhkan karakter positif serta kasih sayang pada anak sejak dini.

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Dony Aldise Harahap, Kasubbag TU, menyampaikan apresiasi kepada Indonesia Heritage Foundation (IHF) dan IGSBB Semarang atas penyelenggaraan Pelatihan Guru Inovatif Semarang. Beliau juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter, khususnya terkait dengan sikap hormat dan sopan santun yang mulai mengalami pergeseran pada anak-anak. Ia berharap seluruh guru dapat mengikuti pelatihan dengan optimal dan nantinya dapat menerapkan ilmunya dalam kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing.

Dokumentasi Panitia
Kasubbag TU Kemenag Kota Semarang, Dony Aldise Harahap, ketika membuka acara.

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Ikatan Guru Raudhatul Atfal (IGRA) Kota Semarang, Aminuddin, turut menyampaikan rasa senang dan bangga atas antusiasme peserta. Ia berharap pelatihan selama tiga hari ini dapat menjadi bekal bagi para guru IGRA untuk menghadirkan pembelajaran inovatif berbasis karakter dan cinta di lembaga masing-masing.

Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan materi dan praktik bimbingan langsung dari trainer berpengalaman IHF. Pelatihan ini menjadi ruang pengembangan kompetensi bagi guru untuk terus memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini melalui pendekatan PHBK yang sejalan dengan Kurikulum Berbasis Cinta.

Reporter: Ari Saptarini
Editor: Teuku Zulman Sangga Buana