
IHF.OR.ID, DEPOK – Divisi Pelatihan dan SBB Indonesia Heritage Foundation (IHF) menyelenggarakan Upgrading Trainer IHF di Harmonie Training Center, Depok, Jawa Barat pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan Upgrading Trainer IHF Batch 1 ini merupakan program berkelanjutan yang dilaksanakan sejak September 2024 hingga Januari 2026.
“Teman-Teman, hari ini adalah rangkaian dari kegiatan Upgrading Trainer yang dimulai tahun 2024, khususnya untuk teman-teman yang calon trainer, ya. Yang belum pernah mengisi pelatihan sama sekali,” ujar Edianna Putri Mayangsari, Kepala Divisi Pelatihan dan SBB IHF saat membuka acara.
Pelatihan ini menekankan pentingnya mengasah kemampuan trainer IHF yang sudah ada agar tetap relevan dengan kebutuhan. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai proses rekrutmen internal guna menjaring para staf IHF yang berkompeten untuk dipersiapkan menjadi trainer.
Pertemuan terakhir ini fokus pada standardisasi dan penguatan nilai. Materi yang disampaikan, antara lain, sosialisasi program trainer IHF, rubrik penilaian, rapor trainer, pendalaman materi Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK), serta profil trainer menginspirasi.
Dipandu oleh tim dari Divisi Pelatihan dan SBB IHF, kegiatan berlangsung menyenangkan dan edukatif. Para peserta, baik guru maupun tenaga kependidikan mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan penuh antusias.
Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Kegiatan diisi dengan berbagai kuis dan gim seru. Misalnya, Kuis Tebak Gambar, peserta diminta untuk menebak rangkaian gambar yang membentuk pesan kunci PHBK, seperti PHBK bukan kurikulum dan guru boleh marah.
Sementara itu, para peserta juga bermain gim Apaan Sih? yang mengadu ketangkasan dalam memberikan petunjuk seputar pola asuh (parenting) dan komunikasi efektif. Selain itu, juga ada permainan Lempar Batu Sembunyi Tangan yang meminta peserta memilih kategori pertanyaan seputar 9 Pilar Karakter dengan bobot nilai yang bervariasi. Namun, pertanyaan tersebut harus dilemparkan kepada kelompok lain. Kelompok lain tersebut akan mendapatkan nilai jika dapat menjawab pertanyaan, sementara kelompok yang melemparkan pertanyaan akan mendapatkan pengurangan nilai. Begitu juga sebaliknya.
Reporter: Teuku Zulman Sangga Buana