
Para peserta berfoto bersama pendiri IHF, Sofyan Djalil dan Ratna Megawangi.
IHF.OR.ID, DEPOK — Indonesia Heritage Foundation (IHF) kembali menyelenggarakan Pelatihan Kepala Sekolah di Harmonie Training Center, Depok, Jawa Barat pada 8—10 September 2025. Mengusung tema “Transformasi Sekolah Unggul: Inovasi, Kolaborasi, dan Kualitas”, pelatihan ini menekankan pentingnya nilai tambah (added value) agar sekolah mampu menjadi unggul dan berkarakter.
Pelatihan ini dilaksanakan sebagai rangkaian dari kegiatan 25 Tahun IHF yang akan jatuh pada tanggal 19 September 2025. Peringatan ulang tahun IHF tahun ini mengusung tema “25 Years: Silver Legacy, Golden Future” (Tumbuh dari Masa Lalu, Berkarya di Hari Ini, dan Siap untuk Masa Depan).
Sebanyak 65 peserta dari 52 sekolah yang berasal dari berbagai daerah—Lampung, Tomohon, Gorontalo, Banjarmasin, Sampit, Solok, Bojonegoro, Jepara, Magelang, Subang, Purwakarta, Bandung, hingga Jabodetabek—mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan penuh antusias. Para peserta mendapatkan berbagai materi strategis yang relevan dengan kepemimpinan sekolah, antara lain, growth mindset, pembuatan profil sekolah, dan peningkatan keterampilan komunikasi dan public speaking.
Acara ditutup pada 11 September 2025 dengan kegiatan studi tiru di Sekolah Karakter (TK, SD, dan SMP). Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bagi para peserta dalam melihat implementasi pendidikan berbasis karakter yang selama ini dijalankan oleh IHF.
Peserta melakukan studi tiru ke Sekolah Karakter pada hari keempat pelatihan.
Para peserta memberikan kesan positif selama pelatihan. Siti Masita Ladju, asal Gorontalo, mengungkapkan, “Tidak rugi yayasan kami mengirim kami berempat ke sini, pelayanan sangat baik dan banyak hal dapat diambil saat berada di lingkungan Sekolah Karakter.”
Selain itu, salah seorang peserta asal Lampung, Rokayah, mengungkapkan rasa bangganya karena dapat menjadi peseta pelatihan ini. “Sangat bangga bisa menjadi peserta Pelatihan Kepala Sekolah ini, pertama kali bertemu IHF saat Pelatihan Akbar di Unila Lampung. Seperti mimpi rasanya bisa hadir di IHF, alhamdulillah Allah berikan jalan saya bertemu IHF, ungkapnya.
Sementara itu, Septrisnawati Imban yang berasal dari Tomohon menyampaikan, “Alhamdulillah, kami pertama kali ke IHF tahun 2014 dan ini kali kedua kami ke sini. Dulu saya datang untuk pelatihan TK, sekarang saya mewakili MTs Al Mujahidin Tomohon. Kami ingin pembelajaran di MTs Al Mujahidin juga berbasis karakter seperti RA dan MI yang sudah berjalan.”
Reporter: Ari Saptarini
Editor: Teuku Zulman Sangga Buana